Sekda Sambas H. Rachmad Robbi: Tegaskan Dukungan GERCEP TBC, Percepatan Temuan Kasus Jadi Kunci Eliminasi TBC 2030
Pemerintah Kabupaten Sambas terus memperkuat komitmen dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC). Dukungan terhadap upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penguatan inovasi GERCEP TBC yang dikembangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, H. Rachmad Robbi, S.E., M.E., menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan GERCEP TBC. Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat penemuan kasus TBC di tengah masyarakat.
“GERCEP TBC diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus dan memastikan masyarakat yang terindikasi TBC segera mendapatkan pemeriksaan serta penanganan,” demikian semangat yang disampaikan dalam dukungan terhadap program tersebut.
GERCEP TBC merupakan inovasi yang dirancang untuk memperkuat penanggulangan TBC secara terintegrasi, mulai dari penemuan kasus, pemeriksaan, pengobatan hingga pemantauan pasien.
Program ini tidak hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa, kader, kepolisian, organisasi masyarakat hingga unsur terkait lainnya.
Inovasi GERCEP TBC digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, melalui rancangan proyek perubahan yang menitikberatkan pada penguatan pelayanan TBC dari tingkat kabupaten hingga desa.
Sekda Sambas H. Rachmad Robbi, menilai keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Persoalan TBC, menurutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada jajaran kesehatan.
Keterlibatan pemerintah desa, kader, masyarakat, aparat keamanan, organisasi masyarakat hingga berbagai lembaga lainnya dinilai penting untuk memperluas jangkauan penemuan kasus.
Setiap kasus yang ditemukan juga harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan pengobatan. Pasien kemudian perlu mendapatkan pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan sampai menyelesaikan rangkaian pengobatan.
Penguatan data dan koordinasi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan GERCEP TBC. Dinas Kesehatan bersama puskesmas diharapkan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan rumah sakit, pemerintah desa, kader serta organisasi masyarakat.
Program Manager Resilience and Sustainable System of Health, Sawidjan Gunadi, mengapresiasi inovasi tersebut. Ia menekankan agar GERCEP TBC tidak berhenti sebagai sebuah gagasan, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.
“Ini mesti diterapkan beneran. Jangan sampai tidak didukung,” ujar Sawidjan.
Ia menilai penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, perangkat daerah, masyarakat, dunia usaha hingga Baznas.
Sementara itu, Koordinator Program Adinkes Kalimantan Barat, dr. Wirdan, turut mengapresiasi kajian dan proyek perubahan yang disusun dr. Ganjar Eko Prabowo. Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi referensi sekaligus memberikan kontribusi terhadap upaya penurunan kasus TBC, khususnya di Kabupaten Sambas.
Dari unsur kepolisian, Kapolsek Tebas Eko Zaenudin juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pemeriksaan dan penanggulangan TBC. Skrining dinilai penting untuk menemukan kasus lebih awal sekaligus menjangkau kontak erat dan lingkungan sekitar pasien.
Implementasi GERCEP TBC mulai diperkuat melalui kegiatan skrining di sejumlah wilayah. Beberapa puskesmas seperti Puskesmas Tebas, Sungai Kelambu dan Segarau telah menjadi bagian dari pelaksanaan pemeriksaan masyarakat.
Kepala Puskesmas Sentebang, Heri Januardi, mengatakan pihaknya mendukung GERCEP TBC, terutama dalam aspek penemuan kasus, penanggulangan dan pengobatan.
Menurutnya, kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Sentebang masih cukup tinggi. Karena itu, kegiatan skrining dan edukasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Pelaksanaan GERCEP TBC juga dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat dan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit TBC.
Dari PKBI Cabang Kabupaten Sambas, Yeni Januarti, menilai edukasi harus menjadi bagian yang terus diperkuat. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, edukasi juga diperlukan untuk mengurangi stigma terhadap pasien TBC.
Dengan dukungan Sekda Sambas dan kolaborasi lintas sektor, GERCEP TBC diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, memastikan pasien memperoleh pengobatan, serta memperkuat pemantauan hingga tuntas.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama Kabupaten Sambas dalam mendukung target eliminasi TBC tahun 2030.(AMR/LNS)




0 Komentar