Ad Code

Liputan News Sambas

Reses di Paloh, Prabasa Anantatur Tampung Aspirasi Warga, Kelanjutan Pembangunan Jalan Jadi Sorotan

 Reses di Paloh, Prabasa Anantatur Tampung Aspirasi Warga, Kelanjutan Pembangunan Jalan Jadi Sorotan


K
elanjutan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang disampaikan dalam kegiatan reses H. Ir. Prabasa Anantatur, MH, Rabu (14/10/2026). Di tengah guyuran hujan deras, ratusan warga tetap antusias menghadiri pertemuan tersebut untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan yang dinilai penting bagi kemajuan wilayah mereka.

Tingginya kehadiran masyarakat mencerminkan besarnya harapan warga terhadap peningkatan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menjadi urat nadi mobilitas penduduk dan aktivitas perekonomian. Bagi masyarakat Paloh, ketersediaan jalan yang memadai bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan faktor penting dalam memperlancar distribusi barang, menunjang kegiatan usaha, serta memudahkan akses terhadap berbagai layanan dan aktivitas sehari-hari.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Nibung, Marka Bahrun, bertindak sebagai juru bicara masyarakat untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama mengenai keberlanjutan pembangunan jalan di wilayah Paloh.


Warga berharap pembangunan jalan yang sebelumnya telah dicetuskan dan diinisiasi pada masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat terdahulu, Sutarmidji, dapat dilanjutkan hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut aspirasi yang disampaikan, keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Infrastruktur yang memadai dinilai berperan strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung pergerakan ekonomi masyarakat, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah.

Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan masyarakat kepada para pemangku kebijakan agar pembangunan yang telah dirintis tidak berhenti di tengah jalan, melainkan memperoleh tindak lanjut melalui perencanaan dan penganggaran sesuai kewenangan pemerintah.

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, H. Ir. Prabasa Anantatur, MH, menyebut kegiatan reses di Paloh sebagai momen “balik kampung”. Ungkapan tersebut menggambarkan kesempatan untuk kembali bertemu masyarakat, mendengarkan persoalan secara langsung, sekaligus memahami kebutuhan pembangunan yang berkembang di daerah.

Prabasa menyatakan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pemerintahan dan jalur legislatif sesuai kewenangannya.

Baginya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian penting dari pelaksanaan tugas sebagai wakil rakyat. Melalui pertemuan langsung dengan masyarakat, berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui dan dijadikan bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebutuhan daerah.

Aspirasi mengenai kelanjutan pembangunan jalan di Paloh pun menjadi salah satu persoalan yang diharapkan memperoleh perhatian lebih lanjut. Masyarakat menaruh harapan agar masukan yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum dialog, tetapi dapat diteruskan menjadi usulan konkret dalam proses perencanaan pembangunan.

Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas Sehan A. Rahman, SH, Ketua MPC Pemuda Pancasila H. Mayadi Satar, serta Kepala Desa Nibung Marka Bahrun bersama jajaran perangkat desa.

Kehadiran unsur legislatif, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah desa menjadi bagian dari ruang komunikasi antara masyarakat dan para pemangku kepentingan. Forum tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus mendorong adanya koordinasi dalam mencari solusi atas persoalan pembangunan di daerah.


Kelanjutan pembangunan jalan di Paloh membutuhkan tindak lanjut melalui koordinasi antarpihak terkait, penyesuaian dengan kewenangan masing-masing, serta dukungan perencanaan dan ketersediaan anggaran. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan melalui tahapan yang jelas dan sesuai ketentuan.

Bagi warga Paloh, harapan utamanya adalah adanya kepastian tindak lanjut terhadap kebutuhan infrastruktur yang telah disampaikan. Jalan yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas, memperkuat aktivitas ekonomi, dan mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Melalui reses tersebut, Prabasa Anantatur menerima pesan yang jelas dari masyarakat: keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi kebutuhan prioritas. Kini, tindak lanjut melalui koordinasi dan mekanisme pemerintahan menjadi langkah penting agar aspirasi warga dapat diperjuangkan menuju realisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Paloh.(Amr/LNS)

Posting Komentar

0 Komentar