Kawasan Istana Alwazkhbillah Sambas Mulai Ditata, Jalan Sepanjang 500 Meter Akan Dipasang Paving Block
Pemerintah Kabupaten Sambas mulai melakukan penataan kawasan wisata di sekitar Istana Alwazkhbillah Sambas. Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni pembenahan akses jalan dengan pemasangan paving block sepanjang kurang lebih 500 meter.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkimlh) Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi Kumbri, S.E., melalui Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimtan) Kabupaten Sambas, Sudarma, di temui di ruang kerja nya. Jumat,(28/8/2026).Mengatakan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari gagasan Bupati Sambas H. Satono bersama Pangeran Ratu Muhammad Tarhan.
Menurut Sudarma, kawasan mulai dari Kantin Bedar hingga pintu gerbang Jembatan Sab'bo, Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, selama ini membutuhkan pembenahan karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan.
“Ini merupakan awal dari penataan kawasan. Mulai sekarang kita tata secara bertahap, salah satunya melalui kegiatan pemasangan paving block,” ujar Sudarma.
Pemilihan paving block, lanjutnya, bukan tanpa alasan. Selain dinilai memiliki mutu yang baik, material tersebut juga relatif lebih mudah dalam penanganan dan pemeliharaannya apabila terjadi kerusakan pada bagian tertentu.
“Kenapa paving block? Karena selain mutunya bagus, penanganannya juga lebih mudah. Kalau ada bagian yang rusak, bisa dilakukan perbaikan pada bagian tersebut,” jelasnya.
Penataan kawasan ini juga tidak hanya berorientasi pada perbaikan infrastruktur jalan. Pemerintah Kabupaten Sambas memiliki rencana menjadikan kawasan sekitar istana sebagai salah satu ruang publik yang mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ke depan, kawasan tersebut direncanakan dapat dilengkapi dengan pedestrian, area bersantai, serta ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan. Dengan semakin baiknya akses dan penataan kawasan, diharapkan kunjungan wisatawan juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
“Kita ingin kawasan ini dikemas dengan baik. Nantinya ada pedestrian, tempat masyarakat bersantai, dan masyarakat juga bisa berjualan, termasuk UMKM. Dengan adanya kunjungan wisata, tentu kita berharap ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ungkap Sudarma.
Selain memiliki nilai sejarah dan budaya, kawasan sekitar Istana Alwazkhbillah juga dinilai memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi ruang kegiatan masyarakat. Berbagai kegiatan daerah, termasuk lomba sampan, diharapkan semakin menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan untuk berkunjung.
Dengan penataan yang dilakukan secara bertahap, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memiliki akses jalan yang lebih baik, tetapi juga menjadi kawasan wisata yang nyaman, tertata dan mampu menjadi salah satu ikon Kabupaten Sambas.
“Harapan kita, kawasan ini semakin bagus, tertata dan menjadi salah satu kawasan wisata yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Sudarma. (Amr/LNS)




0 Komentar