Ad Code

Liputan News Sambas

Masyarakat Keluhkan Tingginya Harga Solar Eceran, Minta Pemerintah Tertibkan Distribusi

 Masyarakat Keluhkan Tingginya Harga Solar Eceran, Minta Pemerintah Tertibkan Distribusi



S
ambas, 23 Juni 2026 – Sejumlah masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mengeluhkan tingginya harga solar yang dijual oleh pengecer maupun pengepul di berbagai wilayah. Kondisi tersebut dinilai memberatkan warga, khususnya para pengguna motor air, nelayan, pelaku usaha kecil, serta pemilik kendaraan yang masih menggunakan solar sebagai bahan bakar utama.

Menurut keterangan warga yang tidak disebutkan namanya, harga solar bersubsidi di SPBU berada di kisaran Rp6.800 per liter. Namun, di tingkat pengecer dan pengepul, harga solar dilaporkan dapat mencapai Rp17.000 per liter. Selisih harga yang cukup besar tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Sambas.

Warga menilai tingginya harga solar eceran berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional transportasi dan kegiatan usaha. Akibatnya, harga berbagai kebutuhan pokok dan barang konsumsi juga mengalami kenaikan karena biaya distribusi yang semakin mahal.

"Kalau solar di SPBU Rp6.800 per liter, tetapi di pengecer mencapai Rp17.000 per liter, tentu sangat memberatkan masyarakat. Kami berharap ada pengawasan dan penertiban agar harga tidak terlalu tinggi," ujar salah seorang warga Kabupaten Sambas yang tidak disebutkan namanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta aparat pengawas dapat melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap distribusi solar agar tepat sasaran dan tidak terjadi praktik yang merugikan masyarakat.

Selain itu, warga juga meminta adanya solusi yang dapat mempermudah akses pembelian solar bagi pengguna yang benar-benar membutuhkan, seperti nelayan, pemilik motor air, petani, dan pelaku usaha mikro yang bergantung pada BBM tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian serius pihak terkait demi menjaga stabilitas ekonomi dan meringankan beban masyarakat, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup dan harga kebutuhan pokok.

"Kami hanya berharap distribusi solar dapat berjalan dengan baik, harga lebih terjangkau, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus membeli dengan harga yang jauh di atas harga resmi," ungkap salah seorang warga Kabupaten Sambas yang tidak  disebutkan namanya.

Pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang berhak menerimanya.(Amr/LNS)

Posting Komentar

0 Komentar