Ad Code

Liputan News Sambas

Air Keruh di Sebawi, Perumda Tirta Muare Ulakan Lakukan Penanganan dan Klarifikasi

 

Air Keruh di Sebawi, Perumda Tirta Muare Ulakan Lakukan Penanganan dan Klarifikasi


Video yang memperlihatkan air berwarna hitam dan beredar di media sosial memicu perhatian masyarakat. Air tersebut disebut berasal dari wilayah Dusun Tanjung Putat, Desa Sepuk Tanjung, Kecamatan Sebawi, Kabupaten Sambas.

Dalam video yang beredar, warga menyampaikan keluhan terkait kondisi air yang diterima pelanggan. Keluhan itu juga dikaitkan dengan layanan Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan, mengingat pelanggan secara rutin membayar tagihan setiap bulan dan berharap memperoleh kualitas air yang layak.

Meski demikian, kondisi air yang tampak dalam video tersebut belum dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan penyebab maupun kualitas air secara keseluruhan. Diperlukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.


Menanggapi hal itu, Direktur Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan, Hidayat, S.E., melalui Kepala Unit Kecamatan Sebawi, Wardi, memberikan penjelasan terkait dugaan penyebab air berubah Kepada awak media liputan News Sambas.Rabu.(12/8/2026) Via WhatsApp.

Menurut Wardi, kondisi tersebut diduga terjadi akibat pompa pada intake yang mati secara otomatis tanpa diketahui petugas. Akibatnya, aliran air ke bak reservoir terganggu hingga menyebabkan penurunan volume air di dalam penampungan.

“Air kotor atau hitam itu dikarenakan pompa intake mati sendiri tanpa sepengetahuan petugas, sehingga air di bak reservoir mengalami kekeringan. Endapan lumpur yang ada di bak penampungan kemudian tersedot,” jelas Wardi.

Penjelasan tersebut merupakan dugaan awal dari pihak Perumda. Untuk memastikan penyebab dan kondisi sebenarnya, pihak perusahaan menyatakan akan melakukan pemeriksaan serta penanganan langsung di lapangan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mencuci jaringan pipa dengan membuka fasilitas wash out yang tersedia. Proses tersebut bertujuan mengeluarkan endapan yang kemungkinan terbawa masuk ke jaringan distribusi.

Penjelasan tersebut merupakan dugaan awal dari pihak Perumda. Untuk memastikan penyebab dan kondisi sebenarnya, pihak perusahaan akan melakukan pemeriksaan serta penanganan langsung di lapangan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembersihan jaringan pipa dengan membuka fasilitas wash out yang tersedia. Proses ini bertujuan mengeluarkan endapan yang diduga masuk ke dalam sistem distribusi.

“Jadi hari ini kami juga akan turun ke lapangan untuk mencuci pipa dengan membuka wash out yang ada di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, keluhan pelanggan mengenai air yang berubah warna menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti. Pelanggan tentu membutuhkan kepastian mengenai kualitas air yang mereka terima, terlebih air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, selain pembersihan jaringan, pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan sumber gangguan, mulai dari kondisi intake, reservoir, jaringan distribusi hingga air yang sampai ke sambungan pelanggan.

Hasil pemeriksaan juga penting disampaikan kepada masyarakat agar pelanggan memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan, serta kondisi air setelah proses pembersihan dilakukan.

Dengan adanya klarifikasi dari Perumda dan keluhan dari pelanggan, persoalan tersebut diharapkan dapat diselesaikan secara terbuka dan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.

Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan menyatakan akan melakukan penanganan terhadap gangguan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan. Sementara masyarakat diharapkan mendapatkan informasi lanjutan mengenai hasil pemeriksaan sehingga terdapat kepastian mengenai kondisi air yang diterima pelanggan.(Amr/LNS)

Posting Komentar

0 Komentar