Ad Code

Liputan News Sambas

Nelayan Paloh Dapat Tambahan Kuota BBM Subsidi, DPPKH Sambas Minta Kesabaran Selama Verifikasi Data

 Nelayan Paloh Dapat Tambahan Kuota BBM Subsidi, DPPKH Sambas Minta Kesabaran Selama Verifikasi Data



D
inas Perikanan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kabupaten Sambas bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sambas menggelar pertemuan dengan perwakilan nelayan Kecamatan Paloh terkait penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan,di ruang aula rapat DPPKH di hadiri Pengurus HNSI Kab Sambas, Kasat Intelkam Polres Sambas, Perwakilan Diskumindag Kab Sambas, perwakilan Bapperia Kab Sambas Ketua Nelayan Kecamatan Paloh dan anggotanya.Senin,(8/6/2026). Berlangsung tertib aman dan lancar.

Kegiatan yang difasilitasi oleh DPPKH Kabupaten Sambas tersebut menghadirkan pemilik SPBU Kecamatan Paloh untuk memberikan penjelasan mengenai besaran kuota BBM subsidi yang tersedia bagi nelayan penerima rekomendasi.


Kepala Bidang Perikanan Tangkap DPPKH Kabupaten Sambas, Agus Ishardi, mengatakan bahwa kuota BBM yang tersedia saat ini memang masih jauh dari harapan para nelayan. Namun, melalui pertemuan tersebut telah diperoleh kejelasan mengenai jumlah kuota yang dapat disalurkan.

“Dengan adanya pertemuan ini, kita berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lapangan, khususnya terkait penyaluran BBM bersubsidi untuk nelayan. Kebutuhan BBM nelayan memang cukup besar sehingga belum seluruhnya dapat terpenuhi. Kami mohon para nelayan bersabar sambil menunggu proses verifikasi lapangan terkait data nelayan agar nantinya diperoleh angka kebutuhan yang lebih pasti di Kecamatan Paloh,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala DPPKH Kabupaten Sambas, Uray Hendi Wijaya, menjelaskan bahwa penerbitan rekomendasi BBM subsidi dilakukan berdasarkan sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.


Menurutnya, nelayan yang berhak mendapatkan rekomendasi harus benar-benar memiliki kapal, terdaftar sebagai nelayan, memiliki dokumen identitas yang sah, serta melengkapi data kapal secara valid, seperti dimensi kapal, ukuran, jenis mesin, hingga lama melaut.

“Rekomendasi pembelian solar diterbitkan melalui aplikasi XStar yang terintegrasi dengan ketentuan dari BPH Migas. Data yang disampaikan nelayan harus valid agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Nelayan Kecamatan Paloh, Hermanto atau yang akrab disapa Pak Hitam, menyampaikan harapan agar kuota BBM bagi nelayan dapat terus ditingkatkan sehingga kebutuhan operasional melaut dapat terpenuhi secara maksimal.

“Harapan kami tentu bisa mendapatkan BBM secara penuh sesuai kebutuhan. Namun, kami bersyukur karena saat ini kuota sudah mengalami penambahan. Nelayan kini memperoleh tambahan sekitar 15 liter per rekomendasi. Alhamdulillah, ini menjadi kabar baik bagi para nelayan,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, pengelola SPBU, dan nelayan sehingga penyaluran BBM bersubsidi di Kecamatan Paloh dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan nelayan di lapangan(Amr/LNS).

Posting Komentar

0 Komentar