Ad Code

Liputan News Sambas

Dinding SDN 07 Sijang Ambruk, Komisi IV DPRD Sambas Minta Penanganan Mendesak

 Dinding SDN 07 Sijang Ambruk, Komisi IV DPRD Sambas Minta Penanganan Mendesak



Kondisi bangunan SD Negeri (SDN) 07 Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, semakin memprihatinkan setelah sebagian dinding sekolah roboh. Kerusakan yang terjadi menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa dan tenaga pendidik serta berpotensi mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.

Sekolah yang memiliki sekitar 400 siswa tersebut saat ini menghadapi keterbatasan ruang belajar akibat sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus menerapkan sistem belajar bergantian pagi dan sore agar proses pendidikan tetap berjalan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Mardani, membenarkan kondisi kerusakan yang terjadi di SDN 07 Sijang. Ia mengaku telah melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut beberapa bulan lalu dan menyaksikan kondisi bangunan yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.

“Iya betul, beberapa bulan yang lalu saya ada kunjungan ke SDN tersebut, SDN 07 Sijang Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Memang kondisinya sudah parah dan memprihatinkan. Jumlah siswanya juga termasuk yang terbanyak, kurang lebih sekitar 400 siswa,” ujarnya.

Menurut Mardani, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, SDN 07 Sijang telah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2026 bersama SDN 03 Parit Baru di Desa Tempapan Kuala.


“SDN 07 Sijang merupakan sekolah dengan tingkat kerusakan yang cukup parah dan menjadi prioritas utama atau peringkat pertama dalam usulan pembangunan,” katanya.

Ia menjelaskan, ruang kelas yang saat ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar jumlahnya sangat terbatas dan sebagian besar juga mengalami kerusakan cukup serius.

“Saat ini memang masih ada lokal yang digunakan untuk proses belajar mengajar. Namun tingkat kerusakannya juga cukup parah. Karena itu perlu segera ada langkah penanganan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan aman dan tidak mengancam keselamatan siswa maupun guru,” tegasnya.

Akibat keterbatasan ruang belajar yang tersedia, sekolah terpaksa menerapkan sistem pembelajaran dua sesi.

“Dengan kondisi gedung sekolah yang sekarang ini, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan pagi dan sore hari. Tentunya kondisi ini tidak ideal dan perlu segera mendapatkan solusi,” tambahnya.

Meski pembangunan permanen baru direncanakan terealisasi pada tahun 2026, Mardani meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas segera mengambil langkah darurat guna memastikan keselamatan siswa dan guru tetap terjamin.

“Untuk jangka pendek, Dinas Pendidikan bisa mengambil kebijakan untuk memperbaiki sekolah tersebut agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Jika kondisi bangunan tidak memungkinkan untuk digunakan, maka perlu dicarikan tempat sementara untuk kegiatan belajar,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Sambas juga menegaskan akan terus mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan untuk melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Pendidikan agar pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sambas mendapatkan perhatian lebih serius.

Dengan kondisi bangunan yang semakin mengkhawatirkan, percepatan penanganan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar proses pendidikan di SDN 07 Sijang dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tidak membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.(Amr/LNS)


Posting Komentar

0 Komentar