Kepala Kemenag Kabupaten Sambas Pimpin Doa Seminar Internasional, Berharap Turun Keberkahan Kebaikan
Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kalimantan Barat, Menggelar. Seminar Internasional & Upgrading Da’i Selasa malam, (7/4/2026), di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.
Ketua Parmusi Kalbar sekaligus Bupati Sambas, H. Satono menegaskan pentingnya peran daerah perbatasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan tema kegiatan, “Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan”. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Achmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, para asisten Pemerintah Daerah Sambas, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Sambas, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Seminar internasional ini juga menghadirkan sejumlah keynote speaker berkelas internasional, di antaranya: H. Satono, S.Sos.I., M.H. (Bupati Sambas, Indonesia) Komjen Pol. (Purn.) Dr. Achmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. (Wakil Menteri Dalam Negeri RI) YB Dato Sri Stephen Rundi Utom (Menteri Industri Makanan, Sarawak – Malaysia) Dr. Abdullah Zulkifli (Konsul Jenderal RI, Kuching) Selain itu, turut hadir para pembicara undangan dari berbagai negara, yaitu: Prof. Dr. Haji Sanib Bin Haji Said (Sarawak, Malaysia) Sarafian Salleh, M. Eng., Sc., M.I.E.S. (Singapura) Syarifah Moharanee (Filipina) Haji Dzulkiflee Bin Haji Abd. Latif (Brunei Darussalam) Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan (Thailand),.Prof.H.TriyoSupriyanto,Ph.D(Indonesia).
Acara pembukaan diawali dengan pembacaan doa dari Kepala Kemenag Kabupaten Sambas H. Kaharudin, S.Ag. Dengan meminta permohonan kepada Tuhan Yang Maha berkuasa yang berbunyi," Ya Allah.Di majelis ini, di pertemuan lintas negeri dan lintas pemikiran,kami berkumpul bukan sekadar untuk berbicara, tetapi untuk menautkan asa, menyulam cita, dan merajut masa depan umat. Oleh karenanya ya Allah.Turunkanlah keberkahan-Mu di setiap kata yang terucap, di setiap gagasan yang lahir, agar semua bermuara pada kebaikan dan kemaslahatan.Ya Allah.Kuatkanlah para dai kami.Jadikan mereka laksana embun yang menyejukkan jiwa-jiwa yang kering,menjadi cahaya yang lembut namun pasti, yang menuntun tanpa menghakimi, yang merangkul tanpa melukai. Anugerahkan kepada mereka keikhlasan yang tak retak oleh pujian, dan keteguhan yang tak goyah oleh ujian.Ya Allah.Dalam ikhtiar membangun kemandirian pangan,ajarkan kami mencintai tanah yang Engkau titipkan,menyemai dengan sabar,merawat dengan syukur,hingga bumi ini kembali memberidenganpenuhkeberkahan.Suburkan ladang-ladang kami,bukan hanya dengan air dan cahaya,tetapi juga dengan kesadaran dan tanggung jawab.Ya Allah.Satukan hati kami dalam sinergi yang tulus,melampaui batas-batas negara, bahasa, dan kepentingan.Jadikan kerja sama ini sebagai jembatan kebaikan,yang mengalirkan keamanan dan kesejahteraanhingga ke daerah-daerah perbatasan.Ya Allah.Jika langkah kami masih tertatih, kuatkanlah. Jika niat kami masih bercampur, luruskanlah.Jika jalan kami terasa gelap,terangilah.Ampuni kami. Atas segala khilaf yang tersembunyi maupun yang nyata,dan terimalah setiap ikhtiar kecil kami sebagai bagian dari ibadah kepada-Mu.",
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh seorang qoriah, yang menambah suasana khidmat dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Indonesia serta negara tetangga seperti Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia, yang menunjukkan kuatnya sinergi regional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, khususnya di wilayah perbatasan.
Seminar yang berlangsung pada 7–9 April 2026 ini diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis serta memperkuat kolaborasi lintas negara dalam membangun kedaulatan pangan dari daerah perbatasan sebagai beranda terdepan negara.(Amr/LNS).



0 Komentar