Bupati Sambas H. Satono : Seminar Internasional Dai, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Perbatasan
Seminar Internasional dan Upgrading Da'i dengan tema "Ketahanan Pangan di beranda Negara strategi membangun kedaulatan dari daerah perbatasan" yang di adakan oleh PW Parmusi Kalbar (Persaudaraan Muslim Indonesia) di Kabupaten Sambas,Selasa,(7/6/2026)di Aula Kantor Bupati Sambas.
Seminar ini dibuka melalui skema call for papers dan menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari dalam dan luar negeri. Di antaranya Bupati Sambas, Satono, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Dr Akhmad Wiyagus.S.I.K.,M.Si,, serta perwakilan dari Sarawak, Malaysia, YB Dato Sri Stephen Rundi Utom.
Forum ini juga diisi oleh para narasumber internasional lainnya, seperti Prof. Dr. Nik Abdul Rakib bin Nik Hassan (Thailand) dan Dr. H. Muhammad Hadi bin Muhammad Melayong (Brunei Darussalam), bersama sejumlah tokoh dari Malaysia dan Indonesia.
Pelaksanaan seminar dibagi ke dalam beberapa sesi paralel dengan beragam subtema, di antaranya dakwah dan ketahanan sosial, kedaulatan pangan serta ekonomi umat, hingga studi lintas negara Indonesia–Malaysia serta sejarah dakwah di kawasan Borneo.
Bupati Sambas, H.Satono,.S.So.I.M.H. Menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran dai dalam mendukung pembangunan, khususnya di wilayah perbatasan. Menurutnya, sinergi antara dai, pemerintah, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya.
“Melalui seminar ini, kita ingin membangun kolaborasi yang kuat, sehingga dakwah tidak hanya berfungsi sebagai penyampai nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, terutama di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana Dr.Erwin Mahrus M.Ag. Berharap dengan acara seminar internasional ini dapat berdampak terbangunnya ekosistem, kolaboratif antara pemerintah, akademis, lembaga dakwah, dan mitra internasional yang menghasilkan rekomendasi kebijakan,jejaring kerja sama lintas negara,serta model pemberdayaan masyarakat berbasis Syariah, kebijakan pembangunan regional,studi sosial,budaya kawasan perbatasan,serta kajian interdisipliner lainnya yang relevan dengan tema besar seminar ini, harapnya.(Amr/LNS)



0 Komentar