Yan Rangga: Siap Jaga NKRI
Letkol Infanteri Yan Rangga menegaskan komitmen Batalyon Infanteri 645/Garda Tama Yudha dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah perbatasan dan daerah rawan konflik. Hal itu disampaikan Yan Rangga saat ditemui pada Senin (26/1/2026).
Letkol Yan Rangga, lulusan Akademi Militer (Akmil) 2007, kini menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 645 yang ketujuh sejak satuan tersebut dibentuk pada tahun 2018. Ia menyebut usia batalyon yang kini memasuki sekitar delapan tahun sebagai fase penting dalam penguatan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit.
“Alhamdulillah, ini merupakan penugasan kedua. Sebelumnya di wilayah perbatasan. Menjadi prajurit di Batalyon 645 Garda Tama Yudha adalah sebuah kehormatan,” ujar Yan Rangga.
Ia mengungkapkan, Batalyon 645 mendapat perintah langsung dari pusat untuk melaksanakan pengamanan wilayah di Papua. Menurutnya, penugasan tersebut bukan hanya tugas tempur semata, tetapi juga mencakup tugas kewilayahan dan teritorial.
“Di Papua, tugas kami tidak hanya pengamanan, tetapi juga banyak bersosialisasi dengan masyarakat. Kami melaksanakan pembinaan teritorial untuk memenangkan hati rakyat, agar tetap cinta NKRI,” katanya.
Yan Rangga menambahkan, Batalyon 645 Garda Tama Yudha memiliki posisi strategis karena dibentuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Wilayah ini, kata dia, merupakan pintu gerbang utama Indonesia.
“Batalyon Garda Tama Yudha adalah garda utama. Kami berada di pintu gerbang negara. Jika terjadi ancaman atau invasi dari luar, baik dari arah laut maupun negara tetangga, kami adalah satuan terdepan yang akan menghadapi,” tegasnya.
Dengan peran strategis tersebut, Yan Rangga memastikan seluruh prajurit Batalyon 645 terus meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan kedekatan dengan masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan dan keutuhan wilayah NKRI.(Amr/LNS).


0 Komentar