Ad Code

Liputan News Sambas

FGD Multi Pihak Bahas Penguatan Peran Perempuan Petani dan Pengelolaan SDA di Sambas


 FGD Multi Pihak Bahas Penguatan Peran Perempuan Petani dan Pengelolaan SDA di Sambas



P
erkumpulan Gemawan bersama Co Impact menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Multi Pihak bertema “Memperkuat Peran Perempuan Petani dan Pengelola Sumber Daya Alam Melalui Pemahaman Bersama dan Sinergi Multi Pihak” di Hotel Pantura Jaya, Kabupaten Sambas, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi masyarakat sipil, media, hingga kelompok perempuan petani desa dampingan. Sebanyak 36 peserta mengikuti diskusi yang bertujuan membangun pemahaman bersama terkait tantangan dan peluang perempuan petani dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Eksekutif Gemawan, Laili Khaimur, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam memperkuat posisi perempuan petani di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Menurutnya, perempuan petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. 

Namun hingga saat ini, perempuan masih menghadapi berbagai hambatan dalam akses terhadap lahan, pengambilan keputusan, hingga kebijakan yang responsif gender.

“Perempuan petani bukan hanya pelengkap dalam sektor pertanian, tetapi aktor utama yang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kontribusi besar terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat desa. Karena itu diperlukan sinergi bersama agar perempuan memperoleh ruang yang lebih adil dalam pengelolaan sumber daya alam,” ujar Laili Khaimur.

FGD ini juga menjadi bagian dari upaya Perkumpulan Gemawan dalam mendorong perubahan sistem (system change) melalui pendekatan 3R, yakni Rekognisi, Representasi, dan Redistribusi, guna memperkuat identitas perempuan petani yang mandiri dan berdaya.


Pada sesi pemaparan materi, Dedy Wahab dari Perkumpulan Gemawan menyampaikan materi mengenai “Peranan dan Strategi Petani Perempuan dalam Sektor Pertanian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam.” Dalam paparannya, Dedy menekankan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam aktivitas pertanian, mulai dari proses produksi, pengolahan hasil, hingga menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa perempuan petani perlu didukung melalui peningkatan kapasitas, akses teknologi, penguatan usaha ekonomi, dan keterlibatan aktif dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat desa maupun daerah.

“Penguatan perempuan petani harus menjadi agenda bersama. Ketika perempuan memiliki akses dan kesempatan yang sama, maka ketahanan pangan, ekonomi keluarga, dan keberlanjutan lingkungan akan semakin kuat,” kata Dedy Wahab.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas,Bpk Yupi Apriyanto yang memaparkan pentingnya regulasi yang responsif gender melalui kolaborasi multipihak.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari peserta terkait tantangan yang dihadapi perempuan petani, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya perlindungan lahan, perubahan iklim, hingga perlunya dukungan kebijakan yang lebih inklusif.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun rekomendasi kebijakan dan program yang lebih responsif gender, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, media, dan kelompok perempuan petani dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.(Amr/LNS)

Posting Komentar

0 Komentar