Ad Code

Liputan News Sambas

Waspada Karhutla, Dinkes Sambas Imbau Masyarakat Cegah ISPA Saat Musim Kemarau

 Waspada Karhutla, Dinkes Sambas Imbau Masyarakat Cegah ISPA Saat Musim Kemarau



M
emasuki musim kemarau, masyarakat Kabupaten Sambas diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memicu kabut asap serta berdampak terhadap kesehatan, khususnya gangguan pada sistem pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama apabila terjadi peningkatan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Karhutla merupakan persoalan lingkungan yang kerap terjadi pada musim kemarau. Selain merusak lingkungan, asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Laporan SKDR Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 17.452 kasus ISPA. Sementara itu, pada 2026 tercatat 1.880 kasus ISPA pada Juli, sedangkan hingga Agustus atau sampai dengan Minggu ke-32 tercatat 905 kasus.

Data tersebut menunjukkan belum adanya peningkatan kasus yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan risiko kesehatan selama musim kemarau, khususnya ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.

Dinkes Sambas juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau penyakit pernapasan.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap dan mencegah penyebaran penyakit, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah sederhana.

Pertama, menggunakan masker ketika berada di luar rumah selama kondisi kabut asap. Kedua, mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

Masyarakat juga dianjurkan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di tempat umum, sebelum makan, serta setelah batuk atau bersin.

Selain itu, konsumsi makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayuran, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan istirahat yang cukup untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Apabila mengalami gejala ISPA maupun sesak napas, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas berharap kewaspadaan dan kepedulian masyarakat dapat terus ditingkatkan sehingga potensi dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat ditekan, sekaligus mencegah munculnya permasalahan kesehatan yang lebih luas di tengah masyarakat.(Amr/LNS)

Posting Komentar

0 Komentar