Ad Code

Liputan News Sambas

Siap Siaga Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan, Pemkab Sambas Bersama Unsur Terkait Gelar Rakor

Siap Siaga Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan, Pemkab Sambas Bersama Unsur Terkait Gelar Rakor

Pemerintah Daerah Sambas bersama sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi pengendalian bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Rapat yang berlangsung di aula Kantor Bupati ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Ir. Hari Wibowo, Ketua Komisi 1 DPRD kabupaten Sambas Anwari.S.Sos.M.AP, perwakilan TNI, Polri, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas Alwindo Djuhardi, ST.,Manggala Agni, serta sejumlah organisasi masyarakat dan perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sambas.

Dalam sambutannya, Bupati Sambas.H. Satono yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.Yudi, menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mencegah terjadinya karhutla. Ia menyampaikan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

“Koordinasi yang baik dan kesiapsiagaan semua pihak menjadi kunci dalam mengendalikan potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah rawan,” ujarnya.

" berdasarkan data Sipogi Periode Januari hingga April tahun 2026 luas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sambas telah mencapai 1.954,96 hektar yang tersebar di 14 Kecamatan," sebutnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sambas Alwindo Djuhardi,ST. Juga memaparkan peta wilayah rawan karhutla berdasarkan data tahun sebelumnya. Beberapa kecamatan dengan tingkat kerawanan tinggi menjadi fokus utama pengawasan dan patroli terpadu.

Selain itu, rapat juga membahas strategi konkret seperti peningkatan patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan pembakaran lahan, serta kesiapan peralatan pemadam kebakaran. 

"Perusahaan perkebunan diminta untuk turut berperan aktif dalam menjaga areal konsesi mereka dari potensi kebakaran".

Alwindo dalam presentasinya memaparkan mengenai kebutuhan untuk pengendalian karhutla yakni mohon bantuan heli water ,bimbingan ke lokasi dengan sumber air terbatas dan pesawat modifikasi cuaca terutama untuk daerah rawan gambut, bantuan mesin dan peralatan dan APD untuk MPA Desa dan MPA Kecamatan,biaya operasional untuk kegiatan pemadaman dan posko, tambahan bantuan peralatan dan personil untuk BPBD, Polres,Kodim,KPH maupun Manggala Agni, penggantian bibit tanaman pangan dan tanaman hortikultura bagi masyarakat yang lahannya terbakar, menambah sekarang kanal dan embung untuk sumber air saat pemadaman karhutla," pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sambas Anwari. Menegaskan pentingnya kesiapsiagaan semua pihak, terutama memasuki musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran lahan. Ia menyampaikan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.

“Koordinasi lintas sektor sangat penting agar upaya pencegahan karhutla bisa berjalan maksimal. Kita tidak boleh lengah, karena dampak kebakaran sangat luas, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun perekonomian,” ujarnya. (Amr/LNS)


Posting Komentar

0 Komentar