Hidup Itu Harus Ada Target
Penulis: Mujidi
Hidup tanpa target ibarat berjalan di pagi berkabut tanpa arah mata angin. Kita melangkah, tetapi tak tahu sejauh apa harus ditempuh. Kita bergerak, namun sering lelah sebelum sampai tujuan. Padahal, hidup bukan sekadar berjalan, melainkan menuju.
Target bukan tentang ambisi yang berisik, melainkan arah yang jelas. Ia menjadi penanda agar hari-hari tidak habis hanya untuk rutinitas yang berulang. Dengan target, setiap bangun pagi memiliki alasan, setiap lelah memiliki makna, dan setiap langkah memiliki tujuan.
Target juga bukan soal harus besar dan gemerlap. Ia bisa sederhana: hari ini lebih baik dari kemarin, bulan ini lebih sabar dari bulan lalu, tahun ini lebih jujur pada diri sendiri. Dari target kecil itulah, hidup perlahan tumbuh dan menguat.
Tanpa target, waktu sering terasa kejam. Hari berlalu, usia bertambah, namun capaian terasa hampa. Sebaliknya, dengan target, waktu menjadi sahabat. Ia membantu kita menakar langkah, mengevaluasi diri, dan memperbaiki arah.
Hidup memang tidak selalu sesuai rencana. Ada target yang tercapai, ada pula yang tertunda. Namun kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan isyarat untuk belajar. Sebab target bukan hanya soal hasil, tetapi tentang proses menjadi manusia yang lebih utuh.
Maka tetapkan targetmu. Bukan untuk membandingkan diri dengan orang lain, tetapi untuk memastikan bahwa hidupmu benar-benar berjalan, bukan sekadar berlalu.
Karena hidup yang memiliki target adalah hidup yang sadar arah—dan kesadaran itulah awal dari makna.(Amr/LNS)


0 Komentar